Breaking News

Reversing time: Suntikan asam hialuronat menawarkan perbaikan jangka panjang pada kulit yang menua

Fragmentasi kolagen tipe I terlihat merusak integritas dermal extracellular matrix (ECM). Hal ini menyebabkan sintesis prokolagen tipe I lebih rendah dan fibroblas berkontraksi atau kolaps.

Sebuah studi Dermatologi Eksperimental baru-baru ini menilai bagaimana perubahan buruk ini dapat dibalik dengan menyuntikkan cross-linked hyaluronic acid (CL-HA).

Latar belakang

Photoaging pada kulit manusia disebabkan oleh paparan kronis terhadap radiasi ultraviolet. Hal ini ditandai dengan kerapuhan, kerutan, dan elastisitas rendah, terutama disebabkan oleh perubahan molekuler yang merusak kulit.

ECM di dermis terdiri dari 80%–90% kolagen tipe I, yang mendukung dan memperkuat kulit manusia. Fibroblas dermal menghasilkan kolagen tipe I, yang membentuk jalinan jalinan di ECM. Interaksi antara ECM dan fibroblas dermal menentukan fungsi sel.

Seiring dengan penuaan kulit, fragmentasi kolagen tipe I terjadi karena ekspresi yang lebih besar dan aktivitas enzimatik metalloproteinase (MMPs). Hal ini melemahkan perancah kolagen, sehingga menyulitkan fibroblas untuk berikatan.

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa injeksi cross-linked hyaluronic acid (CL-HA) dapat membalikkan perubahan ini.


Tentang penelitian ini

Untuk mempelajari lebih jauh mekanisme biokimia kerja CL-HA, CL-HA dan zat pembawa (saline) disuntikkan ke dalam kulit subjek manusia berusia 60 tahun ke atas yang mengalami photoaging.

Untuk menilai apakah aktivasi fibroblas menyebabkan pengendapan/akumulasi kolagen dermal, analisis biokimia/mikroskopis dilakukan.


Temuan studi

Dari 1 minggu hingga 6-9 bulan pasca injeksi, fibroblas menunjukkan aktivasi. Mikroskop multifoton pada 1 minggu pasca injeksi menunjukkan peregangan fibroblas. Hal ini menunjukkan dukungan mekanis dermal yang lebih besar.

Analisis mikroskop generasi harmonik kedua pada empat minggu pasca injeksi menunjukkan kumpulan kolagen tebal yang padat di sekitar kumpulan CL-HA yang disuntikkan.

Pada 12 bulan pasca penyuntikan, terlihat adanya akumulasi ikatan kolagen yang tebal, dan sejumlah besar CL-HA juga terdapat.

Oleh karena itu, disimpulkan bahwa CL-HA meningkatkan dukungan mekanis secara cepat dan tahan lama dengan menempati ruang di ECM dermal.

CL-HA mendorong aktivasi dan pemanjangan fibroblas, menghasilkan kumpulan kolagen tipe I yang padat dan tebal pada empat minggu pasca injeksi dan berlanjut hingga setidaknya minggu ke 52.

Komponen penting dari jalur TGF-β juga distimulasi pasca injeksi, dan jalur ini sangat penting untuk sintesis prokolagen tipe 1 oleh fibroblas.

Elemen jalur TGF-β menurun pada kulit yang menua, sehingga mengurangi sintesis prokolagen tipe 1. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa aktivasi jalur TGF-β dapat mengatur respons fibroblas terhadap dukungan mekanis dermal yang lebih tinggi.

Tercatat bahwa pasca injeksi CL-HA, enzim prokolagen N- dan C-proteinase meningkat pesat. Enzim ini membantu perakitan kolagen tipe 1 yang utuh.

Segera setelah penyuntikan, perbaikan klinis pada kulit mungkin disebabkan oleh filler, yang menempati ruang di ECM dermal dan memberikan dukungan mekanis.

Mengingat fakta bahwa kumpulan kolagen terakumulasi setidaknya hingga minggu ke 52, mungkin saja setelah injeksi CL-HA, prokolagen tipe 1 diubah menjadi

kolagen tipe 1 dermal yang tahan lama dan stabil. Selain itu, kehadiran filler yang disuntikkan setelah 12 bulan menunjukkan manfaat klinis CL-HA yang bertahan lama.

Penelitian di masa depan harus menyelidiki sifat HA mana yang berkontribusi terhadap manfaat klinis CL-HA.

Temuan yang didokumentasikan di sini juga memiliki implikasi klinis lainnya. Kolagen dermal tipe 1 yang utuh dan matang memiliki waktu paruh yang sangat stabil sekitar 15 tahun.

Hal ini menunjukkan bahwa kumpulan kolagen akan terus terakumulasi selama bertahun-tahun setelah satu suntikan CL-HA, sehingga mengurangi kebutuhan akan perawatan selanjutnya setelah setiap suntikan ulang.

Pengamatan yang dilakukan di sini juga mendukung teori bahwa integritas ECM dermal sangat menentukan penurunan fungsi dan kolapsnya fibroblas pada photoaging.

Menariknya, perubahan fungsional dan seluler ini bersifat reversibel dengan menstimulasi fibroblas pada kulit yang menua dengan menambah dukungan mekanis dermal.


Kesimpulan

Singkatnya, temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa intervensi yang memberikan lebih banyak dukungan mekanis terhadap photoaging dapat mengaktifkan fibroblas dengan cepat dan tahan lama, sehingga menyebabkan pengendapan kolagen.

Lebih khusus lagi, suntikan CL-HA menstimulasi aktivasi sintetis dan peregangan fibroblas dalam jangka waktu lama (selama 6-9 bulan) dan cepat (dalam satu minggu).

Hasilnya adalah akumulasi bundel kolagen tipe 1 yang padat dan tebal. Akumulasi ini dimulai sejak empat minggu dan berlangsung setidaknya satu tahun setelah penyuntikan.

Perbaikan klinis yang berkelanjutan diperoleh dari akumulasi kolagen dermal, yang dapat bertahan selama bertahun-tahun. Temuan penelitian ini membuka jalan bagi penelitian masa depan mengenai frekuensi dan waktu pengulangan suntikan CL-HA.


Journal reference:

Wang, F., Do, T. T., Smith, N., Orringer, J. S., Kang, S., Voorhees, J. J., and Fisher, G. J. (2024) Implications for cumulative and prolonged clinical improvement induced by cross-linked hyaluronic acid: An in vivo biochemical/microscopic study in humans. Experimental Dermatology. 33(1), e14998. doi: https://doi.org/10.1111/exd.14998. https://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/exd.14998

No comments